.:[Double Click To][Close]:.
Showing posts with label aneh. Show all posts
Showing posts with label aneh. Show all posts

Friday, May 6, 2011

Ritual Membersihkan dan Mengganti Busana Jenazah Leluhur di Tana Toraja



Tana Toraja di Sulawesi Selatan sudah lama terkenal dengan alam pegunungannya yang permai serta ritual adatnya yang unik. Yang paling tersohor, tentu saja, pesta Rambu Solo yang digelar menjelang pemakaman tokoh yang dihormati.

Tiap tahun pesta yang berlangsung di beberapa tempat di Toraja ini senantiasa mengundang kedatangan ribuan wisatawan.Selain Rambu Solo, sebenarnya ada satu ritual adat nan langka di Toraja, yakni Ma' Nene', yakni ritual membersihkan dan mengganti busana jenazah leluhur.




Ritual ini memang hanya dikenal masyarakat Baruppu di pedalaman Toraja Utara. Biasanya, Ma' Nene' digelar tiap bulan Agustus. Saat Ma' Nene' berlangsung, peti-peti mati para leluhur, tokoh dan orang tua, dikeluarkan dari makam-makam dan liang batu dan diletakkan di arena upacara.

Di sana, sanak keluarga dan para kerabat sudah berkumpul. Secara perlahan, mereka mengeluarkan jenazah (baik yang masih utuh maupun yang tinggal tulang-belulang) dan mengganti busana yang melekat di tubuh jenazah dengan yang baru.Mereka memperlakukan sang mayat seolah-olah masih hidup dan tetap menjadi bagian keluarga besar.



Ritual Ma' Nene' oleh masyarakat Baruppu dianggap sebagai wujud kecintaan mereka pada para leluhur, tokoh dan kerabat yang sudah meninggal dunia. Mereka tetap berharap, arwah leluhur menjaga mereka dari gangguan jahat, hama tanaman, juga kesialan hidup.

Asal Muasal Ritual Ma' Nene' di Baruppu

Kisah turun-temurun menyebutkan, pada zaman dahulu terdapatlah seorang pemburu binatang bernama Pong Rumasek. Saat sedang berburu di kawasan hutan pegunungan Balla, bukannya menemukan binatang hutan, ia malah menemukan jasad seseorang yang telah lama meninggal dunia. Mayat itu tergeletak di bawah pepohonan, terlantar, tinggal tulang-belulang.

Merasa kasihan, Pong Rumasek kemudian merawat mayat itu semampunya. dibungkusnya tulang-belulang itu dengan baju yang dipakainya, lalu diletakkan di areal yang lapang dan layak. Setelah itu, Pong Rumasek melanjutkan perburuannya.

Tak dinyana, semenjak kejadian itu, setiap kali Pong Rumasek berburu, ia selalu memperoleh hasil yang besar. Binatang hutan seakan digiring ke dirinya. Bukan hanya itu, sesampainya di rumah, Pong Rumasek mendapati tanaman padi di sawahnya pun sudah menguning, bernas dan siap panen sebelum waktunya.

Pong Rumasek menganggap, segenap peruntungan itu diperolehnya berkat welas asih yang ditunjukkannya ketika merawat mayat tak bernama yang ditemukannya saat berburu. Sejak itulah, Pong Rumasek dan masyarakat Baruppu memuliakan mayat para leluhur, tokoh dan kerabat dengan upacara Ma' Nene'.

Dalam ritual Ma' Nene' juga ada aturan tak tertulis yang mengikat warga. Misalnya, jika seorang istri atau suami meninggal dunia, maka pasangan yang ditinggal mati tak boleh kawin lagi sebelum mengadakan Ma' Nene' untuknya.

Ketika Ma' Nene' digelar, para perantau asal Baruppu yang bertebaran ke seantero negeri akan pulang kampung demi menghormati leluhurnya.

Warga Baruppu percaya, jika Ma' Nene' tidak digelar maka leluhur juga akan luput menjaga mereka. Musibah akan melanda, penyakit akan menimpa warga, sawah dan kebun tak akan menghasilkan padi yang bernas dan tanaman yang subur.

sumber : http://www.menjelma.com



Hobi Memakan Dagingnya Sendiri, 11 Tahun Habiskan 10 Jari





Di rumah yang sederhana itu ternyata tinggal seorang anak baru gede (ABG) yang hobi memakan dagingnya sendiri. Dia adalah Ningsih (19), warga Dusun Gumuk, Desa Gelung, Kecamatan Panarukan. Situbondo. Selama sebelas tahun, sepuluh jarinya habis dimakan.


TRAGIS memang. Ketika kita berkunjung ke rumahnya yang terbuat dari gedek, hanya ada tempat tidur sekaligus tempat duduk dari bambu dan tempat pakaian, tidak ada alat hiburan semacam televisi maupun alat elektronik lainnya, di ruangan sekitar 4 X 4 meter itu.

Nining - panggilan akrab gadis ini, selain memiliki gangguan jiwa, dia juga hobi memakan dagingnya sendiri, sejak dirinya baru berusia 8 tahun.. Bahkan, sampai saat ini, sepuluh jarinya telah habis dimakan. Kebiasaan tersebut sebenarnya sudah tidak lagi dilakukun, setelah keluarganya membungkus tebal-tebal kedua tangannya.

Namun sepekan ini, kebiasaan tersebut kambuh lagi. Bukannya tangan yang dimakan, Nining sudah mulai menggerogoti daging yang melekat di kedua bahunya.

Nining tinggal di rumah itu bersama ayahnya Munasip (40), dan Bunira (60) sang nenek yang setiap hari setia merawatnya. Sedangkan Ernanik, ibu kandungnya, sudah sejak lima tahun silam, merantau ke negeri jiran Malaysia .

“Saya kasihan. Kadang kalau saya marahi untuk tidak makan dagingnya sendiri, dia justru tertawa, itu yang membuat hati saya semakin teriris-iris rasanya,” tutur Bunira dengan mata berkaca-kaca

Harapkan Bantuan Biaya Pengobatan
Untuk memenuhi kebutuhan makan, selain memohon belas kasihan para dermawan, Bunira juga mencarinya dengan berjualan sayuran keliling. Kondisi Nining anak pasangan Munasib (50) dan Ernanik (40) ini sangat memperihatinkan. Sebagian jarinya hilang dan nampak borok di bagian tangan kanan dan kirinya.

Anehnya, menurut Bunira, Nining tidak pernah merasasakan sakit saat menggerogoti dagingnya sendiri. Beberapa upaya medis sudah dilakukan, bahkan sempat dirawat di rumah sakit. Namun hasilnya tetap saja nihil.

Ironisnya, keluarga ini mengaku sudah tidak mampu lagi membawa Nining untuk berobat, dan terpaksa membiarkannya. Keluarga hanya dengan sangat terpaksa hanya menjaga gadis manis itu, agar tidak memakan dagingnya lagi. Bunira juga mengaku, kalau keluarga itu juga pernah mendapatkan bantuan pengobatan dari Pemerintah setempat sebesar Rp 3,6 juta.

Kalau adiknya normal-normal saja. Gadis yang seusia dengan dia sudah ada yang berkeluarga, mungkin ini cobaan bagi keluarga dia,” tutur Ahmadi, tetangga Ningsih. Ahmadi juga menuturkan, kalau selama ini, keberadaan Nining yang doyan dengan daging manusia itu, tidak pernah mengganggu orang lain. Bahkan, katika diajak berkomunikasi, dengan tutur bahasa yang terbata-bata, Ningsih berusaha menjawabnya.

Lega, Akhirnya Pemerintah Turun Tangan
Keluarga Ningsih (19), gadis yang memiliki kebiasaan memakan dagingnya sendiri itu, akhirnya sedikit bernafas lega. Pasalnya, kemarin (22/7), gadis yang memiliki nama lengkap Mega Susi Ningsih ini, dirujuk ke RSUD Situbondo.

KEDATANGAN Ningsih di ruang instalasi gawat darurat (IGD), sempat membuat miris beberapa pesien, bahkan, sejumlah perawat terlihat iba ketika melihat kondisi fisik Ningsih. “Ya allah, kasihan anak ini,” celetuk salah satu perawat, sembari membalut beberapa luka Ningsih dengan perban.

Ningsih dijemput langsung oleh tim medis ke rumahnya di Dusun Gumuk, Desa Gelung, Kecamatan Panarukan. Dengan ditemani Bunira neneknya, serta Munasip ayah kandung Ningsih.

Rencananya, Nining (panggilan akrabnya), akan dirawat di ruang khusus. Tentunya dengan biaya pegobatan gratis, bahkan kebutuhan keluarga yang menemani Ningsih selama menjalani perwatan, juga akan ditanggung pemerintah.

Selama di ruang IGD, walapun dengan bahasa madura yang amburadul, mulut Ningsih tak henti-hentinya mengucapkan “akoa ka mecia mak” (mau bekerja ke malaysia buk). “Mungkin dia ingat dengan ibunya yang menjadi TKW di Malaysia,” timpal Bunira.

sumber : HarianBangsa




Ritual Kedewasaan Suku-suku Terpencil Yang Mengerikan



Ritual Kedewasaan Suku-suku Terpencil Yang Mengerikan - Jauh didalam pedalaman hutan Amazon ada sisi menarik dari ritual kedewasaan dari suku Satere-Mawe. Para pemuda dari suku Satere- mawe harus memasukkan tangan ke dalam "sarung tangan" yg terbuat dari anyaman yg penuh dengan semut peluru (bullet ant) untuk mencapai kedewasaan mereka. Dan hal itu dilakukan selama kurang lebih 10 menit tanpa boleh berteriak dan dilakukan selama berulang kali, bahkan bisa mencapai 20 kali.

Semut2 diletakkan di sarung tangan yang terbuat dari anyaman tumbuhan, dengan taring sengat mengarah ke dalam. Sebelumnya semut2 tsb telah di berikan cairan yg membuat semut2 tak sadarkan diri . Setelah semut2 tsb sadar, dimulailah ritual tsb.

Menurut "schmidt sting pain index" Semut peluru dari amazon terkenal mempunyai sengat paling menyakitkan di antara semua semut2 jenis lain yg ada di seluruh dunia. Kulit akan terasa terbakar apabila terkena sengatan semut ini dan rasa nyeri sengatan tersebut akan bertahan selama 24 jam.

Mardudjara circumcision - aborigin Australia
sunat!, agan2 disini pasti ada yg pernah merasakan di sunat, orang2 tua bilang rasanya mirip digigit semut(bohong nih...hehehe). Ritual sunat bagi suku Mardudjara agak sedikit berbeda dari biasanya. Ketika para pemuda suku Mardudjara sudah mendekati umur dewasa, para pemuda tersebut di haruskan bersunat, yaitu sekitar umur 15 - 16 tahun.

Dalam ritual sunat ini sang pemuda ditelentangkan di dekat api unggun, kemudian dada si pemuda tsb di duduki oleh kepala suku dgn menghadap ke arah kemaluan si pemuda tsb. Kemudian kulit anunya di potong dgn menggunakan pisau yg sudah dijampi2. Tapi Proses ritual tidak berhenti sampai disini Setelah proses pemotongan tsb selesai si kepala suku memerintahkan si pemuda untuk membuka mulut, dan kemudian si pemuda di haruskan menelan kulit anu nya sendiri tanpa harus dikunyah.

Maasai warrior – Kenya, Tanzania
Para pemuda suku Maasai Kenya dan Tanzania memiliki serangkaian Ritual peralihan yang membawa anak laki-laki menuju kedewasaan. sekitar umur 10 atau 15 tahun yg akan dijadikan prajurit2 yg baru.
Malam sebelum upacara, setiap anak laki-laki tsb akan dibawa tidur di hutan dan kembali pada waktu fajar.
Setelah kembali ke perkampungan, Mereka di haruskan minum susu yg di campur dgn darah sapi dan kemudian di sunat. Setelah disunat, semua suku Maasai akan menganggap dia seorang pria, pahlawan, dan pelindung dari desanya.

Land Diving Vanuatu, negara kepulauan pasifik selatan
Bungee jumping, semua orang pasti sudah mengenal olahraga ekstrem ini, tapi Di Vanuatu, bungee jumping tersaji lain dari yg biasanya kita jumpai.

Pada musim panen sekitar bulan2 april - mei, diselenggarakan Sebuah ritual kedewasaan oleh suku Vanuatu di pulau pasifik. Dimana Para pemuda yg beranjak dewasa diharuskan memanjat konstruksi tiang2 kayu setinggi 30 meter bahkan lebih, lalu melompat dari atas dengan kecepatan jatuh kurang lebih 72km/h. Yang menahan mereka hanyalah seutas tanaman merambat yg dibuat menjadi sebuah tali tambang panjang yg hanya di ikat di kedua kakinya. Salah perhitungan berarti nyawa melayang!

Parahnya lagi, dalam ritual ini KEPALA HARUS SETIDAKNYA MENYENTUH TANAH! Ritual ini telah ada setidaknya sejak 15 abad yg lalu, ritual ini bertujuan untuk persembahan bagi dewa2 mereka atas panen yg melimpah dan juga untuk mempersiapkan para pemuda2 matang menjadi laki2 sejati.

Sambia – Papua New Guinea
suku Sambia di pedalaman Papua new guinea memiliki ritual kedewasaan yg terbilang unik dan ekstrim.
Pada permulaan anak laki2 yg berumur 7 tahun akan di pisahkan dari ibunya dan di tempatkan di sebuah pondok yg semuanya adalah laki2.

Setelah dipisahkan dari wanita-wanita, anak2 muda akan mengikutii beberapa ritual yg terbilang berbahaya.

Yang pertama adalah penyedotan darah dari hidung dgn cara menusukan rumput tajam ke dalam hidung sang bocah sampai darah mengalir dgn deras. Dan kemudian anak2 tsb dipukuli oleh banyak orang laki2 dewasa. Yg kedua adalah anak2 tsb di haruskan meminum air sperma dari tetua2 adat suku Sambia. Tujuan dari ritual ini adalah untuk menguatkan anak-anak mereka dan mempersiapkan mereka untuk hidup sebagai prajurit.

Bull Jumping Hamar - Ethiopia
pernikahan adalah suatu peristiwa yg sangat didambakan bagi pasangan yg sedang di mabuk cinta.

bagi suku hamar di ethiopia, dalam ritual melamar calon pengantin wanita, para pria di wajibkan mengikuti syarat tertentu kepada calon mempelai pria. yaitu para pria diharuskan melompati kerbau2 yg sedang bergerak dalam keadaan tanpa busana. empat kerbau harus dilompati dan kemudian kembali lagi ke kerbau pertama, barulah setelah itu si ayah mertua merestui pernikahan mereka.

Mandan hook hanging – Native American
penduduk asli amerika yg disebut suku Indian memiliki ritual2 yg berbeda2 di setiap sukunya, dan yg agak menarik adalah dari suku Mandan. Sebelum ritual di selenggarakan, para laki2 suku Mandan di haruskan berpuasa selama 3 hari untuk membersihkan tubuh dari kotoran.

Kemudian pada hari ritual dilaksanakan, ketua suku akan mengaitkan dada mereka dengan 2 buah stik kayu dan diikat dgn dua buah tali kemudian di gantungkan di langit2 tenda dan tidak di perbolehkan berteriak maupun menangis sampai pemuda tersebut tak sadarkan diri. Setelah para ketua suku yakin bahwa si pemuda tsb tak sadarkan diri, barulah si pemuda tsb di lepaskan dari kait penyangganya.



Ukiran Patung Kayu Di Tengah Hutan























































Thursday, May 5, 2011

[NGERI] Menyamar Jadi Buaya [with pict]



Peneliti "gila" ini namanya Dr. Brady Barr. Dia melakukan "tantangan bodoh" dan sangat berbahaya yakni menyamar sebagai buaya dan berkumpul langsung dengan buaya-buaya di kandang buaya. /swt
Si dokter ini memakai pakaian buaya yang terbuat dari fiber glass, aluminium dan kevlar. Untuk menutupi bau manusianya dia luluran pakai kotoran kuda nil.









tuh orang gila atau gimana sih ya gan? berani bangettt !





Wednesday, May 4, 2011

Wasit Gila, Pinalty Diulang sampai 5X [VIDEO]



Kalau Anda jadi pemain, apa yang Anda rasakan jika tendangan penalti harus diulang lima kali.

Bete! Pasti. Nah itu terjadi saat Tunisia menghadapi Serbia dalam pertandingan persahabatan. Wasit dari Tahiti memaksa ulang tendangan penalti itu sampai lima kali.

Tentu saja pemain Serbia kesal sampai protes kepada wasit dan wasit mengganjarnya dengan kartu kuning.

Setelah diulang lima kali baru gol disahkan wasit. Benar-benar wasit antik nih!



coba liat di videonya





Wow! Hutan Ini Berada Dibawah Air





Kaindy Lake adalah tempat yang unik di Kazakhstan, tempat yang sangat terkenal di kalangan penyelam.Karena terdapat Hutan yang tersembunyi di bawah air
Berikut ini adalah sedikit kisah lima  orang gila yang berangkat ke sana untuk mencari kesempatan  baik untuk menyelam dibawah es.



Tempat yang paling terpencil di mana mobil tidak bisa lagi melanjutkan perjalanan. Sedikitnya masih 5 kilometer lagi jauhnya dari tujuan mereka.



Satu-satunya pilihan adalah menginap semalam di sebuah permukiman di dekatnya dan menggunakan kuda lokal 'untuk bergerak menuju ke danau di pagi hari.


Pemandu lokal bersama-sama dengan lima kuda mengawalali perjalanan bagi para penyelam. Setelah beberapa jam bergerak melalui salju setinggi lutut hamparan indah terbuka di hadapan mereka.




Antisipasi perendaman memberikan kekuatan baru untuk persiapan. Dan terakhir semua orang yang menyelam hari itu untuk euforia. menyaksikan keindahan dunia bawah laut  yang aneh.







http://ibenkztrilogy.blogspot.com/2011/03/hutan-bawah-air-yang-tersembunyi.html
Earn Money With Your Website
Earn Money With Your Website